GORONTALO MAL LT.1

January 6, 2013

Novel “Eloy, Kisah Ajaib Perjalanan Anak Pedalaman Nias ke Panggung Dunia


Buku dengan genre novel ini, berisi kisah nyata dari kisah hidup seorang pemuda Nias bernama Eloy Zalukhu.
Ditulis oleh penulis birografi terkenal Alberthiene Endah, novel itu berjudul “Eloy – Kisah Ajaib Perjalanan Anak Pedalaman Nias ke Panggung Dunia,” akan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama (Kompas Group).
Sejatinya, kehadiran buku itu tidak hanya mengejutkan tapi juga membanggakan.
Pertama, karena memang jarang buku terkait orang Nias yang diterbitkan, sejauh ini.
Kedua, juga mengenai isinya. Mengenai kisah hidup seorang pemuda Nias yang kini dikenal luas di seantero Nusantara bahkan dunia. Seorang yang kini dikenal luas sebagai Theocentric Motivator, Business Trainer and Executive Coach yang sangat disegani di Asia.
Eloy, seorang pemuda yang lahir dan menjalani masa kecilnya di Dusun Ononamölö Tumula, berjarak 12 kilometer dari Alasa, Kabupaten Nias Utara.
Sebuah dusun yang dalam novel itu digambarkan: jauh dari hiruk pikuk kemajuan, hanya bisa dicapai dengan jalan kaki dengan menembus lumpur sepanjang perjalanan.
Sebuah dusun tersembunyi yang damai dalam keterasingannya di titik yang tak akan terbaca dalam peta Sumatera sekalipun. Sebuah dusun yang sunyi dari jangkauan dunia namun hangat oleh dekapan alam dan senyum penduduk aslinya.
Setali tiga uang dengan kondisi dusunnya, keluarga Eloy juga hidup dengan ekonomi yang serba sulit. Tak hanya itu, dalam kesulitan itu, dia juga sering mendapatkan ejekan sebagai ono lakhambanua(anak janda). Dua kombinasi keadaan yang cukup mempan untuk memupus asa.
Di dusun yang bahkan sampai hari ini belum dialiri listrik dan belum berjalan aspal tersebut, bagi Eloy, jangan pendidikan tinggi, menempuh pendidikan SD saja sudah kemewahan terindah dari sebuah harapan.
Pada satu waktu, ‘keajaiban’ menghampirinya. Tangan Tuhan terulur kepadanya. Melalui seorang ‘malaikat’, seorang Amerika yang atas kemauannya sendiri telah menyekolahkan begitu banyak anak-anak Indonesia yang tak mampu, dari berbagai suku dan agama, telah menyelamatkannya dari kesusahan itu.
Sejak itu, Eloy menjejakkan kaki di Jakarta dan menikmati pendidikan yang baik hingga menyelesaikan kuliahnya di Melbourne, Australia.
Meski begitu, tidak semuanya berubah dalam sekejap. Hari demi hari tetap dalam pertarungan menghadapi satu per satu ujian kehidupannya. Saban hari, ia menemui entakan hidup yang luar biasa.
Terpinggirkan, terhina, terangkat, tergoda, hingga benar-benar melupakan anugerah yang telah ia terima. Pada bulan September 1997, di Melbourne, ia bahkan sempat mencoba mengakhiri hidup.
Pergulatan dengan berbagai ujian hidup itu membawa Eloy pada pencarian jatidiri dan menemukan jantung dari rahasia kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia.
Yakni, rasa syukur dan kemampuan untuk memimpin diri sendiri, keterampilan bekerjasama dengan orang lain, dan terutama relasi dengan Tuhan Sang Pencipta dan Pemelihara kehidupan.
Kini, di bawah bendera Capstone Group, ia telah melayani ratusan perusahaan dalam bidang Training, Coaching, Research, Consulting, Recruitment and Placement.
Ia menulis buku berjudul Life Success Triangle yang menjadi bestseller dan membuatnya laris diundang ke banyak tempat untuk berbagi pencerahan.
Ia juga mendirikan sebuah yayasan yang berfokus pada pemberian beasiswa kepada seribu putra-putri Indonesia hingga tingkat sarjana.
Di tangan seorang Alberthiene, kisah hidup yang sebenarnya sebagiannya menjadi warna umum kehidupan warga Nias di pedalaman itu, menjadi begitu hidup, menyentuh bahkan romantis.
Novel ini mencapai bentuk akhirnya tidak lagi dalam bentuk melulu kisah sedih dan muram tentang berbagai kesusahan anak dusun. Tapi juga berisi harapan, kekuatan dan semangat bagi warga Nias, dan tentu saja, siapa saja yang lahir dan beranjak dari belitan kesulitan dan keterbatasan yang serupa.
Gaya menulis berkualitas dari Alberthiene juga menjadi jaminan kualitas novel ini. Tidak hanya penuturannya yang runut dan apa adanya, juga sanggup membawa pembacanya terhanyut di dalamnya. Seolah sedang berjalan bersama dan menikmati kisah hidup itu bersama pemiliknya.
Bagi orang-orang Nias yang rata-rata berasal dari latarbelakang kesulitan yang sama, novel ini benar-benar akan ‘mengaduk-aduk’ emosi. Sebab, melalui kisah Eloy, seolah memutar kembali kenangan ‘masa lalu selalu serba sulit’ yang kadang-kadang tak tahan bila harus mengingatnya lagi.
Tapi jangan kuatir. Kisah ini berakhir happy ending. Berakhir dengan tantangan, panggilan dan harapan akan masa depan yang lebih baik yang bisa dicapai. Berisi pesan-pesan bahwa keadaan ‘masa lalu selalu serba sulit’ itu bisa berubah, menjadi lebih baik. Memberi pesan agar tidak mudah menyerah.
Hal serupa juga diakui oleh seorang pebisnis besar nasional yang juga Chairman Saratoga Capital dan Presiden Komisaris PT Adaro Energy Tbk, Edwin Soeryadjaya dalam catatan singkatnya mengenai isi buku itu.
“Saya bahagia menyambut diterbitkannya buku ini karena pembaca akan mendapatkan semangat dan harapan baru bahwa sesulit apa pun kondisi yang sedang dihadapi, hidup bisa berubah dan menjadi lebih baik. Harapan seperti itu selalu dibutuhkan oleh semua orang supaya tidak mudah menyerah. Tetapi lebih daripada itu, kisah hidup Eloy yang ditulis dalam bentuk novel ini, menggambarkan secara nyata campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Sehingga harapan saya, setelah membaca buku ini, pembaca bukan mengagumi usaha atau kehebatan manusia, tetapi mengagumi karya dan penyertaan Tuhan.”
Sebuah kebanggaan bagi warga Nias memiliki sosok Eloy yang kini menjadi berkat bagi banyak orang. Tentu saja, pengalamannya itu menjadi tambang pencerahan menghadapi kehidupan yang kian hari kian sulit ini.
Anda tentu tidak akan melewatkan begitu saja buku berkualitas ini. Memilikinya sama saja dengan membeli ‘tambang emas’.
Juga layak direkomendasikan atau menjadi hadiah bagi teman-teman tercinta Anda. Mungkin sebagai hadiah Natal, ataupun hadiah Tahun Baru.
Dari kicauannya di akun Twitternya, @EloyZalukhu pada 14 Desember 2012, Eloy menginformasikan bahwa pemesanan awal (pre-order) buku itu sudah bisa dilakukan. Pemesanan awal, akan dapat bonus tandatangan dari Eloy.
Eloy mengatakan, novel tersebut tersedia dalam dua versi. Yakni cetak dan audiobook. Khusus untuk cetak, sejak Minggu lalu, sudah naik cetak. Tapi untuk masuk ke toko buku Gramedia butuh proses. Diharapkan akhir bulan ini sudah terealisasi, paling lambat awal Januari, tahun depan.
Pre-order bisa melalui Eloy. Namun, hanya bisa dikirim setelah mendapatkan bukunya dari Gramedia Pustaka Utama. Pemesanan bisa melalui nomor 081385785704. Sebagai catatan, nomor itu hanya melayani pesan singkat (SMS), tidak melayani telepon.
Bila Anda ingin mengenal lebih jauh Eloy dan kegiatannya, bisa juga dengan mengakses situsnya dihttp://www.eloyzalukhu.com/ (Etis Nehe)

Reading to improve the quality of life

December 6, 2012

Menjadikan Anak Gemar Membaca!


Bagaimana Inggris Mendorong Anak Supaya Gemar Membaca


Jalan masuk suatu pengetahuan adalah berasal dari membaca buku. Maka wajar jika ada yang bilang buku itu sumbernya ilmu.
Namun, banyak anak-anak yang masih tidak suka membaca. Salah satu alasannya adalah karena sejak kecil anak kurang banyak dirangsang untuk mau membaca. Anak lebih banyak disodori acara TV atau film daripada banyak membaca. Masih teringat di pikiran saya perkataan rekan kerja saya beberapa tahun lalu:
Lihat saja dari rumah dosen atau guru. Ruang menonton TV lebih besar daripada ruang lainnya. Dan, bisa kita lihat seberapa persen dari mereka punya perpustkaan? Itu pengajar. Belum ditambah masyarakat umum“.
Ya, perpustakaan. Di kita, perpustakaan identik dengan sekolah. Itu karena hanya sekolah yang bisa merawat perpustkaannya. Sementara di kota, sudah tidak banyak perpustakaan daerah yang masih terawat dengan baik.
Akhir-akhir ini banyak yang memiliki perpustakaan pribadi. Namun, membuat perpustakaan di rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hanya sebagian orang yang bisa menyisihkan uangnya dan sadar akan pentingnya membaca yang memiliki perpustakaan pribadi di rumah. Berbeda dengan sebagian umum masyarakat kita yang berasal dari golongan menengah ke bawah. Jangankan membuat ruangan khusus untuk perpustakaan atau ruang baca, ruang tidur saja masih kurang. Bahkan mereka tidak punya kamar mandi.
Jika memang daya beli buku masyarakat rendah, pemerintah harusnya menyediakan perpustakaan umum untuk menjadikan masyarakat lebih berilmu. Bukankah ilmu adalah jembatan untuk mengangkat perekonomian bangsa?
Coba saja dilihat di negara-negara maju. Perpustakaan umum selalu disediakan di tiap daerah. Bahkan untuk meminjam buku tidak dipungut biaya sama sekali. Hanya dibutuhkan ID card untuk mendapatkan kartu perpustakaan.
Ambil contoh di Inggris. Di setiap kota ada perpustakaan umum yang dikelola oleh pemda setempat. Namun, meski bernama perpustakaan umum, tapi kualitasnya tidak asal-asalan. Koleksi bukunya lengkap. Keanggotaanya bebas dan tidak dipungut biaya jika meminjam buku di perpustakaan itu. Koleksi bukunya tidak hanya untuk orang dewasa saja, pun juga disediakan banyak koleksi buku untuk anak-anak.
1354752144797283899
Birmingham Central Library (Dok. Septin)
Ya, di setiap perpustakaan ada ruangan khusus untuk anak-anak. Ruangan itu tidak seperti ruangan perpustakaan dewasa. Tentu saja semuanya dirancang untuk ukuran anak-anak. Rak buku didesain tidak tinggi, sehingga anak bisa menggapai buku paling atas. Tembok diberi wall paper yang cerah sehingga membuat anak kerasan di perpustakaan.
1352953904943753293
Salah satu sudut perpustakaan di Birmingham Cetral Library (Dok. Septin)
13542078361992841501
Rak buku yang tingginya terjangkau untuk anak (dok: Septin)
Tidak hanya itu saja, disediakan meja khusus yang untuk menggambar. Kertas dan pensil warna sudah disediakan oleh pihak perpustakaan. Ini disediakan untuk anak-anak yang sudah merasa bosan berada di dalam perpustakaan.
Meski ada tempat untuk menggambar, ternyata anak-anak tidak gaduh. Saya coba melihat apakah ada tulisan yang melarang gaduh. Ternyata belum saya temukan. Ya, mungkin tidak ada. Hal ini seolah-oleh mengatakan bahwa anak ‘gaduh itu wajar‘, meski kemudian kami tetap menjaga dan memberi pengertian ke anak-anak supaya bikin gaduh sehingga bisa mengganggu orang lain yang sedang membaca. Tapi tidak lama kemudian, saya mendengar ada anak kecil teriak-teriak. Rupanya dia sedang marah ke orangtuanya. Dan tidak saya lihat ada petugas yang menegur orangtuanya.
13547529211075110853
Meja untuk menggambar dan papan untuk meletakkan hasil tulisan anak-anak (Dok. Septin)
Tidak cukup dengan memberikan fasilitas perpustakaan yang “ramah anak”, British Council bekerja sama dengan organisasi amal “The Reading Agency” mengadakan Summer Reading Challenge di perpustakaan-perpustakaan di seluruh Inggris. Tahun 2012, ada sekita 97% perpustakaan di Inggris yang mengadakan kegiatan ini.
Peserta dari kegiatan ini adalah primary shool dan secondary school. Ya, karena kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar tetap membaca meskipun liburan. Maklum saja, liburan di Inggris bisa sampai tiga bulan yang mungkin saja itu bisa menjauhkan anak-anak dari aktifitas membaca. Mengenai waktu, karena diadakan di musim panas, biasanya dimulai bulan Agustus sampai awal September.
Bagi anak yang berminat mengikuti kegiatan ini harus mendaftarkan diri di perpustakaan. Ada 6 buku yang harus dibaca oleh anak. Bukunya terserah anak, mereka boleh memilih sesuka hatinya. Enam buku itu tidak langsung dibaca sekaligus, tapi dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama anak diberi dua buku. Jika selesai, anak akan diberi dua buku lagi di tahap berikutnya. Anak yang bisa menyelesaikan membaca enam buku akan mendapat sertifikat. Hanya itu saja? Tidak ada lomba? Ya, hanya diberi sertifikat telah menyelesaikan membaca enam buku dan tidak ada lomba karena tujuan utamanya adalah merangsang anak suka membaca.
Namun ada yang menarik. Di Shoutampthon sertifikatnya diberikan langsung oleh Shouthampton Mayor, Derek Burke. Tentu saja anak-anak semakin senang bisa bersalaman dengan Walikota.
1354751650930753933
Dua anak dari mahasiswa Indonesia yang sedang menerima sertifikat dari Shouthampton Mayor (Dok. Naning Wahyuni)
Membaca adalah kegiatan yang sederhana tetapi merupakan jembatan untuk mendapatkan banyak ilmu. Tetapi tidak banyak disukai karena kita tidak terbiasa. Cara membiasakan adalah dari rumah, jika rumah tidak bisa lingkungan dan sekolah yang harus merangsangnya. Setelah itu pemerintah yang harus menyediakan fasilitas membaca untuk menjadikan generasi kita lebih banyak pengetahuan sebagai bekal hidupnya kelak.

(Sumber: Blog Kompasiana. Oleh: Septin Puji Astuti)

Reading to improve the quality of life

October 20, 2012

PESTA BUKU GRAMEDIA MANADO 20-29 OKTOBER 2012

Pak Ferry mewakili Wawali Manado memukul Tengtengkoran dalam pembukaan Pesta Buku Gramedia Manado
Paduan Suara Mahasiswa Universitas Samratulangi Manado turut tampilpada pembukaan Pesta Buku Gramedia Manado

 TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harley AB Mangindaan, Wakil Wali Kota Manado, mengakui memberi apresiasi tinggi atas pelaksanaan Pesta Buku dengan diskon 70 persen dari Toko Buku (TB) Gramedia Manado. Dimana dengan ini para konsumen dapat memiliki buku-buku berkualitas dengan harga yang terjangkau.

"Tentunya hal ini sangatlah positif. Apalagi kegiatan ini memberikan andil bagi peningkatan minat baca buku masyarakat kota Manado," ujar Mangindaan dalam sambutannya yang disampaikan Ferry Petrus Soetanto, Kadiskominfo Manado, Sabtu (20/10/2012) dalam acara pembukaan Pesta Buku.

Dikatakannya lagi, bahwa perlu disadari, minat baca buku masih perlu ditingkatkan. Dimana membaca sangatlah penting dalam rangka memperluas wawasan serta membangun kecerdasan intelektual maupun spiritual, yang semuanya itu tertuju pada pembangunan karakter yang mantap.

"Sebab itu, minat membaca buku ini harus terus dirangsang sejak sedini mungkin," ujarnya.

Lanjut Ferry dalam sambutan Wakil Wali Kota, bahwa memang dizaman yang serba modern ini. Informasi tidak lagi hanya diperoleh melalui media buku. Karena, banyak media digital bisa menggali informasi. Namun, media cetak seperti buku ini masih menjadi preferensi untuk mendapatkan informasi.

"Mari jadi pribadi well-informed atau kaya pengetahuan. Kegiatan Pesta Buku, memberikan kontribusi positif, membangun minat baca masyarakat kota Manado, dengan buku berkualitas dengan harga yang terjangkau," tandasnya.


Reading to improve the quality of life

October 11, 2012

Cerita Ariel di Balik Jeruji Besi dalam Kisah Lainnya




detail berita 
 
Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David yang tergabung dalam NOAH mulai mencicipi popularitas mereka kembali. Hal ini terbukti lewat buku mereka “Kisah Lainnya” yang berhasil menjadi penghuni posisi pertama best seller di Gramedia Manado


Ngomongin soal NOAH, semenjak kembali menggebrak panggung musik tanah air dengan single pertama “Separuh Aku”. Harus diakui bahwa Ariel dkk masih dicintai oleh penggemarnya. Tak hanya itu, kehadiran NOAH juga buktiin bahwa band ini masih pantas dijuluki sebagai grup band papan atas Indonesia.

Kehadiran buku “Kisah Lainnya” juga menjadi semacam klarifikasi dari pihak Ariel, Uki, Lukman dan David tentang apa saja yang mereka lalui semenjak kasus yang menimpa Ariel membuat geger Indonesia.
 
Noah meluncurkan sebuah buku yang bertajuk Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012. Buku ini kurang lebih menceritakan tentang pergulatan personel Noah selama kurun waktu tersebut.

Buku ini tidak hanya menceritakan tentang masalah pribadi masing-masing personel band saja, melainkan juga kisah mereka sebagai personel band selama mereka vakum.

Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012 ini pada dasarnya lebih menekankan pada catatan Ariel selama berada di Rutan Bareskrim, dan Kebon Waru. Keempat personel Noah lainnya kemudian merespon catatan tersebut dengan hanya mereka sendiri, dan hasilnya banyak sekali kisah yang mengharukan.

"Banyak peristiwa yang saya alami, namun tidak semua bisa saya sampaikan kepada publik. Biarlah peristiwa-peristiwa itu tersimpan dalam laci kenangan saya sendiri," ungkap Ariel seperti dalam rilis.

Buku Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012 bisa diperoleh di toko buku Gramedia

Reading to improve the quality of life

Gaya Kepemimpinan Layang-Layang Bapak Agung Adiprasetyo


Penduduk Indonesia pada dasarnya adalah orang baik sehingga para pemimpin perusahaan tidak perlu menerapkan gaya kepimpinan yang otoritatif atau pusing membuat aturan yang ketat bagi karyawannya. Berangkat dari pemikiran itulah, Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia, menerapkan gaya kepemimpinan yang disebutnya gaya kepemimpinan layang-layang.
Gaya layang-layang yang ia maksudkan adalah jangan pernah menganggap karyawan adalah orang yang bodoh sehingga harus selalu diawasi. Jangan pula menjadi pemimpin yang otoriter dan selalu mengawasi karyawannya.
"Karyawan bisa tidak produktif, karena pemimpin dianggap tidak manusiawi," jelasnya seusai peluncuran buku Indonesian Top CEO Wisdom: Precious Lessons, di Jakarta, Selasa (16/6).
Sebaliknya, tidak bagus pula jika karyawan dibiarkan begitu saja tanpa arahan, mereka akan merasa tidak diperhatikan. "Tinggal tarik ulur pada waktu yang tepat, jangan sampai lepas. Yang terpenting layang-layang harus tetap diberi angin," kata dia.
Ia menemukan teori tersebut dari pengalaman dirinya sendiri, Agung yang memulai kariernya sebagai petugas yang memberi cap pada koran, yang menjadi bukti iklan telah merasakan pahit getirnya menjadi karyawan.
"Pekerjaan awal saya sedikit di atas satpam. Seluruh keluhan karyawan dialami. Karena saya juga ikut mengalami bagaimana susahnya dulu merintis," ujarnya.
Selain terlalu otoritatif, menurut dia, kesalahan lain yang juga sering dilakukan para pemimpin adalah, mereka takut jika akan tergeser dari posisi yang ia duduki saat ini. Agung menerangkan, dari awal ia telah siap jika sewaktu-waktu dirinya dipindahkan.
"Kalau saya terus menjabat pada posisi yang sekarang, berarti saya tidak bisa naik jabatan. Kalau mau naik jabatan berarti harus siap untuk diganti," guraunya. Agung mengaku saat ini telah menyiapkan dua nama pengganti dirinya.
Lebih jauh dia menerangkan, karyawan harus terus diingatkan untuk mengikuti perkembangan zaman, kalau tidak kemampuan yang dimiliki seorang karyawan lama kelamaan tidak lagi dapat dipergunakan.
"Itu yang berbahaya, tugas dari CEO untuk membawa karyawannya agar bisa up to date pada zamannya. Makin banyak karyawan yang dibawa up to date pada zamannya, perusahaan akan bertahan baik, jika tidak ya gagal," terang dia.
Agung juga menegaskan pentingnya sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, ia terus mendorong seluruh karyawannya untuk terus berinovasi dan menguasai teknologi yang sedang berkembang.
"SDM ditempatkan pada posisi paling depan nomor satu, setelah itu semua masalah akan beres. Mau urusan marketing, keuangan semuanya beres. Makanya SDM hal yang paling penting," pungkasnya.
Source: Kompas.com

Reading to improve the quality of life

KOMPAS GRAMEDIA VALUES


 
1.
CARING

PEDULI TERHADAP SESAMA

Dasar Fisolofi:
Humanisme Transcendental, artinya berperi kemanusiaan, berdasarkan keyakinan akan Tuhan yang maha kuasa, yang menyelenggarakan segala sesuatu (providentia Dei). Berdasarkan rasa syukur atas penyelenggaraan ilahi, karyawan dihargai sebagai manusia yang luhur.

Contoh Perilaku :

• Peduli pada sesama :
  
Berprinsip 4-S (senyum-sapa-salam-santun);
    • Memahami orang lain (dari tampilan ekspresi dan emosinya);
    • Menyadari bahwa semua orang sama derajatnya (di hadapan Tuhan);
    • Toleran, simpatik, empatik;
    • Tanggap akan kebutuhan orang lain, dan berusaha memenuhinya (respect to others);
    • Membantu dengan tulus (compassion), tanpa pamrih dan tanpa maksud tersembunyi.

    • Peduli pada pekerjaan :

    • Memulai pekerjaan pada waktunya, sesuai jam kerjanya;
    • Menyelesaikan tugas dengan sempurna/tuntas, tidak menunda-nunda untuk hari lain;
    • Sadar biaya dalam setiap pekerjaan ( Cost awareness); mengusahakan efisiensi.
    • Menjaga kebersihan dan kerapihan ruang kerja, agar mendukung kinerjanya;
    • Membantu rekan kerja dalam menyelesaikan tugasnya; memberikan apresiasi dan kritik yang membangun;
    • Mengikutsertakan rekan kerja dalam kegiatan, sesuai bidangnya; tidak menyingkirkannya.

    • Peduli pada lingkungan/masyarakat:

    • Social awareness; berpartisipasi dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan;
    • Menghargai perbedaan (budaya, golongan, ras, suku, gender, agama, dll.);
    • Menyesuaikan diri (adaptive), membaur (asimilatif dan inkulturatif) dengan kelompok lain.
    • Meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan (mis: ikut menjadi anggota Dalsis, Tim SAR/DKK).
Simbol Caring: Dua buah tangan saling terulur, saling membantu; pada sikap posisi yang sama (kedudukannya sama).
Warna latar belakang: ORANGE (lambang pelayanan, solidaritas, tim-SAR/relawan).
   
 
 
2.
CREDIBLE
DAPAT DIPERCAYA DAN DIANDALKAN
Dasar Filosofi:
Manusia yang bekerja (Homo Faber, Hannah Arendt) selalu berdimensi social, menuntut interaksi timbal balik dengan lingkungannya. Dengan melaksanakan tanggungjawabnya secara ikhlas, disiplin, konsisten dan profesional, maka ia akan dapat dipercaya dan dapat diandalkan oleh orang lain.
Contoh Perilaku :
  • Memiliki Integritas :
    • Satunya kata/ucapan dan perbuatan/sikap/tindakan;
    • Jujur (honest); terbuka (transparant, open); berpikir positif (positive thinking);
    • Tidak curang (fair), sesuai kode etik profesinya, berjiwa besar (mau mengakui kalau memang bersalah);
    • Bertindak konsisten dengan nilai positif yang diyakininya;
    • Bertanggungjawab; menepati janji (komitmen); disiplin;
    • Dapat dipercaya (reliable); dapat diandalkan (capable);
  • Sadar berorganisasi :
    • Memahami organisasi (memahami stuktur formal perusahaan);
    • Mengenali para pimpinan (lingkup unit usaha dan kelompok/korporasi);
    • Mematuhi  sistem dan prosedur administrasi / keamanan yang berlaku di perusahaan;
    • Melakukan penyesuaian diri terhadap aturan perusahaan;
    • Melakukan tugas dengan tekun dan konsisten.
  • Memiliki Loyalitas :
    • Menjaga nama baik perusahaan (lingkup unit usaha dan kelompok/korporasi)
    • Setia pada lembaga; dedikatif; mendukung perusahaan secara aktif;
    • Bersedia mengorbankan waktu & tenaga untuk kepentingan perusahaan (mis.: dalam kondisi darurat, penjarahan, dll.).
Simbol Credible: Sepasang tangan bersatu di depan dada dengan sikap menyembah, “panjalu” (di hotel Santika).
Warna latar belakang: PUTIH (lambang kesucian, kebersihan, kejujuran).
   
 
 
3.
COMPETENT
CAKAP DAN TERAMPIL DI BIDANGNYA
Dasar Filosofi: Manusia bekerja tidak sekedar untuk bertahan hidup (survival), melainkan untuk mencapai aktualisasi dirinya sebagai manusia secara penuh (Abraham Maslow).
Contoh Perilaku :
  • Profesional :
    • Mencintai, menekuni dan menghayati pekerjaan/profesinya;
    • Menguasai bidangnya lebih dari bidang lain, lebih dari orang lain;
    • Berorientasi pada kinerja dan hasil terbaik (berkualitas); concern for order and quality;
    • Menggunakan sumber daya secara optimal (efisien dan efektif);
    • Senantiasa mengembangkan diri; belajar terus-menerus (continuous learning);
  • Bekerja cerdas (work smart) :
    • Bekerja keras, secara cerdas; mengandalkan pemahaman intelektual dan emosional daripada tenaga fisik semata;
    • Trampil menemukan solusi pada setiap permasalahan;
    • Berwawasan luas, menerima konsep/pemahaman yang baru dan berbeda;
    • Mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.
  • Bekerjasama untuk hasil terbaik :
    • Proaktif membuka peluang kerjasama (internal unit maupun dengan unit lain);
    • Mengandalkan hasil kerja bersama, daripada menonjolkan diri dengan kerja sendirian;
    • Mengambil keputusan dengan arif, yang menguntungkan semua pihak.
Simbol Competent: Sebelah tangan kanan menunjukkan ibu jarinya (jempol), setuju, hebat.
Warna latar belakang: KUNING (lambang intelektualitas, pencerahan, optimism, continuity).
 
   
 
 
4.
COMPETITIVE
TERDORONG UNTUK MENJADI YANG TERUNGGUL
Dasar Filosofi: Di jaman modern yang serba tidak pasti (turbulence world), yang dibutuhkan adalah keberanian menghadapi tantangan. Adversity Quotient (Paul G.Stoltz) mengubah ancaman menjadi peluang, untuk selalu berkembang dan berubah menjadi lebih baik lagi, menjadi the winner.
Contoh Perilaku :
  • Percaya diri :
    • Bekerja secara mandiri, penuh kedewasaan;
    • Berani menghadapi tantangan;
    • Berani memulai/merintis pekerjaan baru;
    • Berani bangkit dari kejatuhan.
  • Kreatif, inovatif :
    • Tidak puas dengan kondisi saat ini, ingin berubah menjadi lebih baik;
    • Berusaha menemukan jawaban terhadap suatu permasalahan; tidak mengeluh;
    • Open minded, terbuka terhadap kritik, perbaikan dan perubahan terus-menerus;
    • Menemukan ide-ide baru yang segar dan konstruktif.
  • Bertindak cepat (speed, akseleratif) :
    • Berinisiatif, selalu mencari solusi yang antisipatif; tidak menunggu (reaktif); selalu menjemput bola (proaktif);
    • Ingin menyelesaikan tugas dengan cepat dan sempurna;
    • Bersemangat kompetisi / bersaing secara sehat; menjadi yang terbaik (achiever);
    • Berani ambil risiko;
    • Memiliki akses jejaring (networking) yang semakin luas (antar unit, antar perusahaan, antar benua, world wide).
Simbol Competitive: Sebelah tangan kanan mengepal, siap bertanding.
Warna latar belakang: MERAH (lambang keberanian, semangat, agresif, dominasi).
 
   
 
 
5.
CUSTOMER DELIGHT
MEMBERIKAN YANG TERBAIK SEHINGGA PELANGGAN MERASA SANGAT PUAS
Dasar Filosofi: Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan (The Golden Rule). Buatlah orang lain puas, maka Anda akan dipuaskan.
Contoh Perilaku :
  • Berorientasi pada kebutuhan pelanggan :
    • Menjalin relasi dengan pelanggan yang semakin bermanfaat;
  • Menyediakan produk dan layanan berkualitas;
  • Menangani keluhan dan problem pelanggan secara profesional.
  • Mengantisipasi kebutuhan pelanggan (customer care) sebelum diminta :
    • Mempelajari kecenderungan dinamika kebutuhan pelanggan;
    • Mengupayakan pelanggan semakin terdidik dan tercerahkan.
  • Fleksibilitas demi pelanggan :
    • Menerapkan standar operasi layanan sesuai kebutuhan pelanggan;
    • Mengevaluasi dan memperbaiki sisdur layanan secara periodic;
    • Menyenangkan pelanggan berdasarkan mentalitas berkelimpahan (aspek dua arah);
    • Mencarikan solusi terbaik demi kelangsungan hubungan dengan pelanggan (win-win solution)

Simbol Customer Delight: Dua buah tangan berjabatan, bersalaman erat, win-win, sama sama senang.
Warna latar belakang: BIRU MUDA (lambang kedamaian, kesejukan, kestabilan, trustworthy).
   
   
 
 
LIMA KEUTAMAAN disimbolkan dengan Pohon Kehidupan:

  • Akar (di bawah tanah, menjadi pondasi yang menegakkan pohon kehidupan): menjadi symbol Watak baik (good character) yang peduli dan dapat dipercaya/diandalkan, sikap dan prinsip hidup (attitude).              (Cat: Jumlah akar ada dua, symbol value caring & credible).
  • Batang, ranting, daun (di atas tanah, menjadi bukti tegaknya pohon kehidupan): menjadi symbol Profesionalisme (competent, competitive) yang menghasilkan customer delight.  (Cat: Jumlah batang, ranting, daun atau bunga ada tiga, symbol value competent, competitive & customer delight)
Kelima Value KG bertujuan untuk memberikan pencerahan pada kehidupan bangsa;
sehingga tagline yang kita gunakan adalah: ENLIGHTENING PEOPLE.
“Pohon yang kita tanam berbuah,mekar, berkembang; sehingga menjadi berkat yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang” (Jakob Oetama, 2010)

Reading to improve the quality of life

July 24, 2012

Chairul Tanjung : Si Anak Singkong


Buku yang luar biasa yang sejak di luncurkan Tgl 1 Juli 2012 di Gramedia Manado langsung bertengger di urutan pertama TOP 10 Buku Laris Minggu Ini hingga sekarang secara berturut-turut dan di prediksi akan terus berlanjut di minggu-minggu yang akan datang.


Buku ini sangat menginspirasi bagaimana seorang mahasiswa yang biasa-biasa saja mampu menjadi orang yang sukses luarbiasa dan menjadi orang terkaya bahkan diprediksi menjadi RI-1.



Harga buku ini Rp 58 ribu per eksemplar.

Isi Buku
Buku yang ditulis Tjahja Gunawan Diredja yang juga wartawan Harian Kompas ini berisi cerita yang tentang masa-masa susah hingga kabar senang dari sosok Chairul.
Buku ini terdiri 384 halaman. Juga dilengkapi sejumlah foto yang mengisahkan berbagai aktivitas bisnis dan maupun kegiatan sosial CT. Nama Chairul Tanjung alias CT kini tak disangsikan lagi kepopulerannya di Indonesia. Dalam usia 50 tahun, Chairul telah berhasil menjadi tokoh sukses di bidang bisnis properti, perbankan, asuransi, perhotelan, pasar modal, dan media massa. Total asetnya pun kini bernilai triliunan rupiah.
Majalah Forbes, sebuah majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat yang didirikan pada 1917 oleh BC Forbes, pada Maret 2012 mengeluarkan daftar 1.226 orang terkaya di dunia. Sebanyak 17 di antaranya adalah orang Indonesia. Nah, nama Chairul termasuk di antara 17 nama itu. Tepatnya pada urutan 634 orang terkaya di dunia.
Kekayaan pribadi Chairul disebut mencapai dua miliar dolar AS atau setara Rp 18 triliun (kurs: 1 dolar AS = Rp 9.000).
                          
Padahal, Chairul bukan berasal dari keluarga anak konglomerat. Juga bukan anak jenderal. Bos CT Corp (Chairul Tanjung Corpora) yang menaungi puluhan perusahaan ini mengaku sebagai anak dari keluarga sederhana. Ayahnya, AG Tanjung adalah wartawan sekaligus pengelola surat kabar beroplah kecil sejak Orde Lama. Namun saat Orde Baru berkuasa, surat kabar yang dikelola ayahnya itu kemudian dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Kondisi ini membuat orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal.
Masa kecil Chairul dilewati di Gang Abu, Batutulis, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Katanya, pada tahun 1970-an, merupakan satu di antara kawasan terkumuh di Jakarta. Jalanan tanah, becek, dan banjir kala hujan. Semua rumah di kawasan ini merupakan rumah petak kecil, beratap pendek, dinding tambal sulam, dan tak ada bangunan bertingkat.
Kondisi keuangan keluarga orangtua Chairul pun saat itu terbatas. Ibu Chairul sampai harus menggadaikan kain halus miliknya untuk membiayai kuliah pertama Chairul di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia (UI). Namun sadar dengan keterbatasan keuangan orangtuanya, Chairul tumbuh menjadi anak yang kreatif, pekerja keras, dan mandiri sejak muda. Kini ia pun menuai hasilnya.

Masa Mahasiswa
Sejak kuliah di FKG UI, Chairul pun harus mencari sendiri uang agar bisa membiayai kebutuhan kuliahnya. Di awali dengan membuka usaha fotokopi di kampusnya. Lalu masuk ke bisnis alat-alat kedokteran gigi untuk memenuhi kebutuhan rekan-rekannya.
Sembari menjalankan bisnis di kampus, CT juga aktif dalam urusan gerakan kemahasiswan. Buktinya ia sempat dipercaya sebagai Ketua Ex-Officio Dewan Mahasiswa UI. Lalu pada 1984, ia terpilih menjadi Koordinator Mahasiswa se-Jakarta. Pada tahun yang sama, ia juga terpilih sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional.
Saat mahasiswa, ia dan rekannya terlibat dalam gerakan menolak militerisme masuk UI dengan menggelar mogok kuliah. Tak hanya menggembok, tapi juga mengelas pintu masuk fakultas. Pasalnya, saat itu terdengar isu bahwa Mayjen TNI Nugroho Notosusanto akan diangkat Rektor UI menggantikan Prof Dr Mahar Mardjono.
Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama yang memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.  Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya pun semakin berkembang. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.
Di bidang bisnis bidang penyiaran dan multimedia, ia telah memiliki Trans TV. Lalu membeli TV7 dan mengubah namanya menjadi Trans7. Lalu membuat Trans Studio. Satu di antaranya adalah Trans Studio Mall yang ada di Makassar. Pada 1 Desember 2011, Chairul meresmikan perubahan nama Para Grup menjadi CT Corp. CT adalah singkatan dari namanya.

Reading to improve the quality of life

June 3, 2012

Catatan Ichiyo



Sinopsis

Ichiyo Higuchi adalah gadis Jepang biasa. Ia terlahir dengan nama Natsuko Higuchi, sebelum mengambil keputusan besar untuk mengganti namanya menjadi Ichiyo Higuchi. Ia menjalani hari-hari yang sulit dan melelahkan. Berpindah-pindah dari rumah yang satu ke rumah yang lain karena kondisi keluarga yang miskin.

Sepeninggal ayahnya, yang paling berpengaruh bagi bakat sastranya, Ichiyo menjadi anak yang paling bertanggung jawab untuk menjaga keluarganya. Pekerjaan apa pun ia lakukan demi semangkuk nasi, sup miso shiro, dan acar bagi keluarganya. Mulai dari menulis cerpen dan novel, berdagang, hingga pekerjaan seperti mencuci dan menjahitkan kimono orang lain.

Perjalanan hidup mengarahkan Ichiyo menjadi penulis. Menjadi penulis perempuan pada zaman Meiji adalah hal yang hampir mustahil, namun tekad dan semangat Ichiyo akhirnya membawanya menjadi salah satu penulis yang paling diperhitungkan di Jepang. Sayang, kesehatan yang terus memburuk akibat penyakit tuberkulosis yang menggerogoti Ichiyo mengantarnya pada ajal di usia belia, 24 tahun.

Di akhir hidupnya, barulah sajak dan novel-novelnya dibaca dan dihormati oleh warga Jepang. Beratus-ratus tahun kemudian wajahnya diabadikan pada mata uang kertas 5.000 yen Jepang. Sebuah penghormatan dan kedudukan yang tak pernah dicapai oleh perempuan Jepang mana pun.

Oleh Rei Kimura


Reading to improve the quality of life

The 3rd Alternative


The 3rd Alternative
Penulis The 7 Habits of Highly Effective People—yang disebut-sebut sebagai Buku Bisnis Paling Berpengaruh No. 1 di Abad Ke-20—yang terjual puluhan juta eksemplar menghadirkan The 3rd Alternative, yang memperkenalkan pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik dan memecahkan masalah secara kreatif. Dr. Stephen R. Covey, salah satu dari 25 warga Amerika yang paling berpengaruh menurut majalah Time, telah membantu jutaan orang mengubah kehidupan. Di The 3rd Alternative Covey mengubah pandangannya yang luar biasa menjadi cara baru yang ampuh untuk memecahkan kesulitan profesional serta personal dan menciptakan solusi atas masalah-masalah besar dalam organisasi serta masyarakat.
Dalam konflik apa pun, Alternatif Pertama adalah cara saya, dan Alternatif Kedua adalah cara Anda. Perdebatan biasanya berujung pada pertanyaan mengenai cara siapa yang lebih baik. Ada banyak metode “penyelesaian konflik”, tapi sebagian besar melibatkan kompromi—penyelesaian yang mengakhiri perdebatan tanpa memberikan hasil yang luar biasa. The 3rd Alternative lebih dari sekadar gencatan senjata—tapi tentang menciptakan realitas yang baru dan lebih baik. Buku ini mengungkapkan cara pikir baru yang sesuai bagi siapa pun yang mencari solusi dalam kehidupan profesional serta pribadi.
Di dunia dengan ketegangan yang terus meningkat ini, pemikir Alternatif Ke-3 seperti yang diprofilkan oleh Covey di buku ini membawa solusi kreatif, perdamaian, dan penyembuhan. Lewat contoh-contoh dan cerita-cerita penting yang didapatnya sebagai konsultan, Covey menunjukkan kekuatan pemikiran Alternatif Ke-3. Contoh-contohnya sangat bervariasi, termasuk satuan kepolisian kota Kanada yang mengubah masyarakat yang penuh kriminalitas dengan mengabaikan mentalitas ”mereka lawan kita” dan mengubah makna keseluruhan polisi; seorang ayah yang menyelamatkan putrinya yang resah dari kekecewaan selama bertahun-tahun dan hampir mengakhiri hidupnya dengan tindakan bunuh diri pada suatu malam yang mengejutkan; seorang hakim yang membawa penyelesaian yang cepat dan damai atas salah satu tuntutan hukum tentang lingkungan terbesar dalam sejarah Amerika tanpa membawanya ke meja sidang; kepala sekolah SMA anak-anak pekerja migran yang meningkatkan tingkat kelulusan dari 30 persen menjadi 90 persen dan melipattigakan keterampilan dasar mereka; sejumlah orang yang tidak dikenal publik yang diam-diam menemukan cara menciptakan perdamaian di Timur Tengah; dan banyak lagi. Kelompok dan pribadi berbeda-beda ini adalah saksi hidup cara menciptakan hasil yang baru serta lebih baik, bukannya memperbesar konflik, juga cara membangun hubungan kuat dengan orang-orang berbeda atas dasar sikap sama-sama menang.
Judul:
The 3rd Alternative
Penulis:
Stephen R. Covey
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama


Reading to improve the quality of life

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons